Minggu, 27 Januari 2019

Informasi Impor Baja Tiongkok

Impor Baja Tiongkok merupakan salah satu penyebab meningginya defisit neraca perdagangan di sektor impor perdagangan non migas. Neraca Perdagangan Republik Indonesia mengalami defisit terparahnya sepanjang sejarah dan terjadi pada tahun 2018. Penyebab utama terjadinya lonjakan defisit neraca perdagangan adalah dikarenakan membengkaknya impor dagang non migas terutama impor baja dan juga besi.
Impor Baja Tiongkok
Impor Baja Tiongkok

Defisit neraca dagang Indoneisa pada tahun 2018 telah mencapai angka 8,56 miliar dolar Amerika Serikat, padahal jika dilihat dari tahun sebelumnya Neraca dagang Republik Indonesia dinilai surplus sebesar 11,84 miliar dolar Amerika Serikat.

Tentunya, penyebab defisit ini adalah naiknya nilai impor yakni sebesar 20,15% yakni menjadi 188,63 miliar dolar Amerika Serikat sementara itu, nilai ekspor nasional pada tahun 2018 terpaut jauh hanya dapat melonjak sebesar 6,65% yakni menjadi 180,06 miliar dolar Amerika Serikat. Pembengkakan nilai impor nasional ini juga disebabkan oleh meningginya impor baja dari tiongkok yang mencapai angka 10,25 miliar dilar Amerika Serikat atau naik sebesar 28,31 jika dibandingkan tahun 2017.

Senin, 07 Januari 2019

Dana Kampanye 2019 Jokowi

Palaporan Dana Kampanye untuk menghadapi Pemilihan Umum dalam ajang Pemilihan Presiden dan wakil presiden serta pemilihan anggota legislatif telah ditutup oleh Komisi Pemilihan umum (KPU). Dari dana kampanye yang terkumpul, tercatat partai Gerindra yang paling banyak memiliki dana kampanye. Sedangkan dana kampanye untuk Pemilihan Calon Presiden dan Wakil Presiden paling banyak dimiliki oleh pasangan Capres Cawapres Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
Dana Kampanye 2019
Dana Kampanye 2019

Jika ilihat secara keseluruhan, total dana kampanye yang dimiliki oleh Prabowo Subianto - sandiaga uno adalah sebesar 56,1 miliar rupiah. Sementara itu, pasangan calon presiden wakil presiden petahana Joko Widodo - Ma'ruf Amin hanya dapat mengumpulkan dana kampanye sebesar 56 miliar rupiah. Sementara itu, jika dilihat dari kontribusi dana kampanye masing - masing calon, Jokowi - Ma'ruf menyumbang sebanyak 32 juta rupiah.

Sedangkan sumbangan dana kampanye Pribadi dari Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mencapai angka sebesar 52 Miliar Rupiah. Sementara itu, disisi lain sejumlah partai politik eserta pemilu 2019 telah mengumpulkan LPSDK (laporan penerimaan sumbangan dana kampanye) ke komisi pemilihan Umum. Jika dana LPSDK dan LADK (laporan awal dana kampanye) digabungkan maka partai gerindra adalah aprtai dengan dana kampanye terbesar yakni mencapai 122,8 miliar rupiah

Kelanjutan Kabar Andi Arief

Kasus yang menimpa Andi Arief rupanya semakin terbelit. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu menjelaskan bahwasannya rumahnya yang berada di Lampung telah didatangi oleh pihak Kepolisian. Dugaan ini terkait dengan kasus Hoax atau kabar bohong terkait adanya 7 kontainer yang berisi surat suara dari Tiongkok yang telah tercoblos untuk pasangan capres cawapres nomor urut 01 Jokwi Dodo - mA'ruf Amin di pelabuhan tanjung priok.
Andi Arief
Andi Arief

Andi juga menyebutkan bahwa ada sebanyak 2 mobil dari Polisi daerah Lampung yang mendatangi tempat tinggalnya di lampung. Andi mengatakan bahwa rumahnya yang berda di lampung telah digeruduk 2 mobil Polda yang mengaku tim cyber. Andi juga mengaku sangat keheranan dengan adanya polisi yang mendatangi rumahnya di lampung.

Andi pun mempertanyakan terkait kesalahannya sehingga rumahnya yang di lampung didatangi oleh pihak kepolisian. Lantas Andi meminta kepada Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian agar tidak kejam terhadap rakyat. Andi merasa dirinya diperlakukan sebagai teroris. Padahal, Andi mengaku akan menghadiri panggilan polisi jika diperlukan oleh pihak kepolisian.

Naik Turun Defisit Anggaran 2018

Defisit Anggaran 2018 dinilai sebagai defisit terendah dalam 7 tahun terakhir. Defisit anggaran nasional 2018 telah mencatatkan pada level terendahnya semenjak 7 tahun terakhir sejak tahun 2012. Merujuk dari data Kementerian Keuangan Republik Indonesia menunjukan bahwa rasio defisit anggara angka sementara tahun 2018 menunjukan nilai 1,76% terhadap PDB (produk Domestik Bruto).
Defisit Anggaran 2018
Defisit Anggaran 2018

Pencapaian ini adalah yang terendah sejak tahun 2012 silam. Kemudian, realisasi sementara untuk defisit anggaran tahun 2018 hanya mencapai 259,9 triliun rupiah atau setara dengan sebesar 2,51% terhadap produk domestik bruto nasional. Jika dilihat secara nominal, defisit anggaran 2018 itu merupakan level terendah sejak tahun 2015 seperti yang terlihat pada grafik yang dicantumkan dalam konten ini.

Untuk informasi tambahan, realisasi sementara pendapatan nasional sepanjang tahun 2018 telah mencapai angka sebesar 1.942,3 triliun rupiah. Sementara itu, pengeluaran untuk belanja negara mencapai angka sebesar 2.202,2 triliun rupiah. Hal ini berarti bahwa negara pada tahun 2018 yang lalu telah mengalami defisit sebesar 259,9 triliun rupiah.

Sumber Hoaks Surat Suara Tercoblos

Hoaks Surat Suara Tercoblos masih saja menghiasi dunia perpolitikan tanah air. Untuk itu Presiden Joko Widodo telah meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk dapat menghindari fitnah dan juga penyebaran Hoaks / berita bohong hal ini dikarenakan dapat memunculkan konsekuensi hukum.
Hoaks Surat Suara Tercoblos
Hoaks Surat Suara Tercoblos

Dalam 3 bulan menjelang diadakannya pesta demokrasi tanah air atau Pemilihan Umum serentak, Presiden Joko Widodo menghimbau kepada selueuh pihak agar dapat menjaga iklim kesejukan dalam berpolitik di Indonesia. Pernyataan Presiden jokowi ini imbas dari beredarnya berita bohong terkait penemuan sebnayak 7 kontainer yang berisi kotak suara tercoblos nomor urt 01 berasal dari tiongkok di Pelabuhan Tanjung Priok. Presiden joko Widodo juga menjelaskan bahwa hal ini adalah berita bohong karena kartu pemilihan in belum dicetak malah keluar fitnah.

Maka, Presiden Jokowi menghimbau untuk menghindari fitnah tersebut. Komisi Pemilihan Umum pun membantah adanya isu yang menyebutkan terkait adanya 7 kontainer yang berisi surat suara yang telah tercoblos untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01

Naiknya Jumlah Penduduk Indonesia 2019

Jumlah Penduduk Indonesia 2019 telah diperkirakan akan mencapai 266,91 juta berdasarkan hasil dari survei penduduk antar sensus tahun 2015. Rincian dari proyeksi jumlah penduduk Indonesia adalah sebanyak 134 juta jiwa berjenis kelamin laki - laki dan sebanyak 132,89 juta jiwa berjenis kelamin perempuan.
Jumlah Penduduk Indonesia 2019
Jumlah Penduduk Indonesia 2019

Pada saat ini, Negara Kesatuan Republik Indonesia tengah menikmati adanya bonus demografi yang berarti jumlah penduduk dengan usia produkstif lebih banyak daripada jumlah penduduk usia tidak produktif. Jumlah penduudk usia produktif Indonesia saat ini mencapai 68% dari total populasi nasional. Di sisi lain, jumlah penduduk dengan kelompok umur dari 0 sampai dnegan 14 tahun atau masa anak - anak mencapai 24,8% atau sekitar 66,17 juta jiwa.

Sementara itu, usia kelompok produktif penduduk Indonesia yang berusia dari 15 sampai dengan 64 tahun sekitar 183,36 juta jiwa atau sekitar 68,7% dari total populasi. Sedangkan kelompok usia non produktif yakni berusia lebih dari 65 tahun berjumlah sebanyak 17,37 juta jiwa atau sekitar 6,51% dari total populasi penduduk Indonesia.

Dukungan Modal Dana Kampanye Capres

Dukungan Dana Kampanye Partai Politik untuk Modal Kampanye Capres masih setengah hati. KPU (komisi pemilihan umum) telah menerima sejumlah laporan terkait dana kampanye periode yang kedua pada beberapa hari yang lalu. Dana yang telah dilaporkan oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno tercatat yang paling besar dibandingkan calon Capres Cawapres Petahana Joko Widodo - Ma'ruf Amin.
Kampanye Capres
Kampanye Capres

Dari catatan dana kampanye tersebut dapat dilihat bahwa sumbangan dana kampanye dari partai pendukung masih terlihat minim. Dari laporan tersebut, dana kampanye yang berhadil digalang oleh Capres Cawapres nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf adalah mencapai 55,9 miliar rupiah sementara itu, dana kampanye yang dilaporkan oleh Prabowo - Sandi adalah mencapai 56 miliar rupiah.

Sumber dana kampanye andalan Jokowi - Ma'ruf adalah berasal dari penyumbang kelompok. Sementara sumber dana andalan Prabowo - Sandi adalah berasal dari dana pribadi masing - masing. Dari data tersebut dapat diartikan, sumbangan dana kampanye yang diberikan oleh Partai pendukung masing - masing calon presiden dan wakil presiden masih sangatlah minim.